Yuki (30 tahun), seorang model bertato tampil di lokasi syuting untuk video musik grup pop Prancis Supernaive di Tokyo, Jepang, 18 Februari 2020. Di Jepang, tato telah dikaitkan dengan gerombolan penjahat selama 400 tahun. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Rie Yoshihara (33 tahun), menunjukkan tato di punggungnya saat dia berpose untuk foto di rumahnya di Warabi, Prefektur Saitama, Jepang, 7 September 2020. Yoshihara, yang bekerja di toko kimono bagi turis, mengatakan ayahnya belum melihat tato punggung penuhnya. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Mari Okasaka (48 tahun) dan putranya Tenji Okasaka (24 tahun), berpose untuk foto di rumah mereka di Niiza, Prefektur Saitama, Jepang, 25 September 2020. Mari mendapatkan tato pertamanya pada usia 28 tahun dan yang putranya, Tenji, sedang berusaha agar seluruh tubuhnya tertutup tinta dan warna. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Seniman tato Shodai Horiren (52 tahun), menato punggung pelanggannya Rie Yoshihara di studionya di Warabi, Prefektur Saitama, Jepang, 4 September 2020. Tato dikaitkan dengan anggota geng yakuza, yang dikenal memiliki tato di seluruh tubuhnya namun tidak terlihat di tangan dan leher. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Aya Yumiko, 40, yang tampil dengan nama panggung 'Aya Mermaid' berpose dengan tatonya di bar tempat dia tampil di Tokyo, Jepang, 25 April 2020. Hingga hari ini, orang bertato dilarang memasuki spa, resor pemandian air panas, beberapa pantai, dan banyak gym serta kolam renang di Jepang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Orang-orang bertato berkumpul untuk berfoto bersama pada acara tahunan Irezumi Aikokai (Asosiasi Pecinta Tato) di Tokyo, Jepang, 16 Februari 2020. Anggota komunitas yang biasanya menyembunyikan tatonya dari masyarakat, dapat dengan bangga bisa memamerkan dan menceritakan tato terbarunya . REUTERS/Kim Kyung-Hoon