Puluhan bangkai cerpelai dibuang dari sebuah peternakan di Farre di bagian selatan Jutland, Denmark 21 Oktober 2020. Sebanyak 15 juta cerpelai di Denmark dimusnahkan karena menularkan virus Covid-19 pada manusia. Ritzau Scanpix/Mette Moerk via REUTERS

Puluhan cerpelai dimusnahkan setelah keputusan pemerintah untuk memusnahkan seluruh kawanannya karena penyakit virus corona (COVID-19) di pertanian Hans Henrik Jeppesen dekat Soroe, Denmark 5 November 2020. Menteri Kesehatan Denmark Magnus Heinicke mengatakan ratusan kasus Covid-19 di Denmark berasal dari binatang pengerat tersebut. REUTERS/Jacob Gronholt-Pedersen

Petugas mendorong puluhan cerpelai yang dimusnahkan di pertanian Henrik Nordgaard Hansen dan Ann-Mona Kulsoe Larsen dekat Naestved, Denmark, 6 November 2020. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengungkap temuan 12 orang terinfeksi mutasi virus Covid-19. Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS.

Puluhan bangkai cerpelai yang dimusnahkan di pertanian Henrik Nordgaard Hansen dan Ann-Mona Kulsoe Larsen dekat Naestved, Denmark, 6 November 2020. Ahli epidemiologi tengah mempelajari lebih lanjut terkait mutasi Corona dari cerpelai. Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS.

Petugas menyusun puluhan cerpelai yang dimusnahkan di pertanian Henrik Nordgaard Hansen dan Ann-Mona Kulsoe Larsen dekat Naestved, Denmark, 6 November 2020. Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS.

Petugas memasukan puluhan cerpelai yang dimusnahkan ke dalam kontainer di pertanian Henrik Nordgaard Hansen dan Ann-Mona Kulsoe Larsen dekat Naestved, Denmark, 6 November 2020. Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS.