Pelestari radio antik Denny Kusumah menunjukan radio yang diproduksi pada Tahun 1952 oleh Perusahaan Negara Ralin (Radio Listrik Indonesia) di kediamannya di Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. Denny Kusumah memiliki 200 koleksi radio antik yang sebagian besar diproduksi di Indonesia. ANTARA/Raisan Al Farisi

Pelestari radio antik Denny Kusumah memeriksa radio antik di kediamannya di Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. Denny berencana akan membuat museum radio antik pada Februari 2021 mendatang. ANTARA/Raisan Al Farisi

Radio langka merk Marconi milik pelestari radio antik Denny Kesumah di kediamannya di kawasan Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. Pria ini menerapkan konsep "my home my museum" dengan memamerkan sekitar 200 radio antik sebagai jendela sejarah perkembangan kota dan dunia. TEMPO/Prima Mulia

Suasana ruang koleksi radio antik milik pelestari radio antik Denny Kesumah di kediamannya di kawasan Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. Sebagian besar koleksi adalah radio yang beredar dan dibuat di Indonesia sejak tahun 1940-an. TEMPO/Prima Mulia

Panel belakang orisinil radio merk Ralin (dulunya Philips) buatan Indonesia milik pelestari radio antik Denny Kesumah di kediamannya di kawasan Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. Awal tahun depan musium radio antik ini bisa diakses masyarakat sebagai salah satu destinasi wisatasejarah di Kota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

Radio merk Belanda, Philips buatan Bandung dengan gelombang radio sesuai kota di Hindia Belanda milik pelestari radio antik Denny Kesumah di kediamannya di kawasan Arcamanik, Bandung, Senin, 16 November 2020. TEMPO/Prima Mulia