Ebrahim Raisi, kepala pengadilan Iran, dan anggota keluarga ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh duduk di samping jenazahnya di Teheran, Iran 28 November 2020. Pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh pada Jumat diduga dilakukan dengan menggunakan senapan mesin yang dikendalikan telekendali (remote control) dari jarak jauh. Office of the Iranian Judiciary/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS

Para pelayat duduk di samping peti mati ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, dalam upacara pemakaman di kuil Imamzadeh Saleh, di Teheran, Iran, 30 November 2020. Intelejen mengklaim Israel sebagai arsitek dari pembunuhan Fakhrizadeh. Hamed Malekpour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami, berbicara dalam upacara pemakaman ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, di Teheran, Iran 30 November 2020. Serangan itu terjadi selama tiga menit ketika Mohsen Fakhrizadeh bepergian bersama istrinya menuju kota resor Absard, timur Teheran. Iranian Defense Ministry/ WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS

Anggota pasukan Iran membawa peti mati ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Kuil Imam Khomeini di Teheran, Iran 29 November 2020. Setelah penyerangan Fakhrizadeh sempat dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Khodabakhsh Malmir/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Anggota pasukan Iran membawa peti mati ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Kuil Imam Khomeini di Teheran, Iran 29 November 2020. Khodabakhsh Malmir/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Pelayat menghadiri upacara pemakaman ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di kuil Imamzadeh Saleh, di Teheran, Iran 30 November 2020. Hamed Malekpour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS