Aktivis Pusat Persatuan Sosialis India (SUCI) meneriakkan slogan pada unjuk rasa protes selama pemogokan nasional menentang RUU pertanian yang baru disahkan, di Kolkata, India, 8 Desember 2020. Para petani memprotes UU yang disahkan pada September. Menurut Perdana Menteri Narendra Modi, UU itu akan memberi petani lebih banyak otonomi untuk menetapkan harga dan menjual langsung produk pertanian mereka kepada bisnis swasta, seperti jaringan supermarket. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

Para petani meneriakkan slogan di lokasi protes selama pemogokan nasional menentang RUU pertanian yang baru disahkan di perbatasan Singhu dekat Delhi, India, 8 Desember 2020. Pengesahan RUU Pertanian baru membuat para petani India geram. Mereka mengatakan aturan baru akan membuat nasib mereka lebih buruk, di mana akan mempermudah perusahaan untuk mengeksploitasi pekerja pertanian. REUTERS/Danish Siddiqui

Para petani menghadiri protes selama pemogokan nasional terhadap pengesahan RUU pertanian baru di perbatasan Singhu dekat Delhi, India, 8 Desember 2020. Selama beberapa dekade, pemerintah India telah menawarkan jaminan harga kepada petani untuk tanaman tertentu. Penawaran itu memberikan kepastian jangka panjang yang memungkinkan mereka melakukan investasi untuk siklus tanaman berikutnya. REUTERS/Danish Siddiqui

Para petani memblokir jalan raya ketika petugas polisi berjaga-jaga selama pemogokan nasional terhadap pengesahan RUU pertanian baru di perbatasan Delhi-Uttar Pradesh di Ghaziabad, India, 8 Desember 2020. REUTERS/Adnan Abidi

Aktivis Pusat Persatuan Sosialis India (SUCI) membakar poster Perdana Menteri India Narendra Modi pada protes selama pemogokan nasional terhadap pengesahan RUU Pertanian baru di Kolkata, India, 8 Desember 2020. REUTERS/Rupak De Chowdhuri

Aktivis Pusat Persatuan Sosialis India (SUCI) bersiap membakar poster Perdana Menteri India Narendra Modi pada protes selama pemogokan nasional terhadap pengesahan RUU Pertanian baru di Kolkata, India, 8 Desember 2020. REUTERS/Rupak De Chowdhuri