Pendakwah kondang asal Turki, Adnan Oktar alias Harun Yahya, kembali menjadi sorotan. Kali ini, karena Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara 1075 tahun kepadanya. Hukuman dengan jumlah fantastis tersebut diberikan kepadanya karena ia dianggap telah terbukti melakukan berbagai kejahatan mulai dari spionase hingga pelecehan seksual. hurriyetdailynews.com

Oleh Jaksa Penuntut, Harun Yahya sudah melakukan kejahatan tersebut selama puluhan tahun, dari 1990an. Modus operandinya, termasuk kektika melakukan pelecehan seksual, selalu bermodalkan dalil agama. hurriyetdailynews.com

Seperti dikatakan sebelumnya, Harun Yahya dekat dengan kontroversi selama puluhan tahun. Beberapa menyebutnya sebagai "pemikir yang berpengaruh" jika tidak ingin dikatakan sebagai "pemikir yang berbahaya". Sebab, ia ahli berdakwah soal pemahaman-pemahaman yang 'tidak populer' mulai dari mengkampanyekan gerakan anti-semit dan menentang teori evolusi Charles Darwin. hurriyetdailynews.com

Soal teori evolusi, misalnya, Harun Yahya mengklaim teori tersebut sebagai pemicu terorisme atau pemerintahan yang totalitarian. Ia memakai contoh pemimpin Nazi Adolf Hitler yang ironisnya juga seorang anti-semit. Hitler, sebagaimana diketahui, berkeyakinan bahwa bangsa Arya adalah bangsa superior sementara Yahudi sebaliknya. hurriyetdailynews.com

Untuk memperkuat penyebaran dakwahnya, Harun Yahya kemudian mendirikan organisasi yang ia namai Science Research Foundation. Meski ada kata "Sains" dan "Riset" di situ, organisasi itu lebih sebagai kendaraan mahasiswa dropout tersebut menyebarkan ajarannya anti-evolusinya. Ia pun juga menerbitkan buku soal teori itu. hurriyetdailynews.com

Kebanyakan 'pengikutnya' adalah perempuan-perempuan cantik dengan riasan tebal yang disebut "Kittens". Merekalah yang disebut para jaksa telah dicuci otak Harun Yahya. Harun Yahya tentu membantah dalam persidangan yang berlangsung sejak 2019 itu. "Saya memiliki hampir 1000 kekasih. Saya mendapatkan banyak kasih dari perempuan," ujarnya. hurriyetdailynews.com