Prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Korps Marinir TNI AL (Yontaifib-1) duduk di dalam ruangan dekompresi (chamber decompression) milik Yontaifib-1 usai melakukan penyelaman dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya Air di Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Januari 2021. Ruangan tersebut digunakan oleh para penyelam untuk menghilangkan kadar nitrogen dalam tubuh untuk menghindari terjadinya dekompresi. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Yontaifib-1 Marinir TNI AL duduk di dalam ruangan dekompresi milik Yontaifib-1 usai melakukan penyelaman dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya Air di Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Januari 2021. Penyakit dekompresi adalah gangguan yang biasanya dialami oleh penyelam, astronom, dan pilot dengan gejala seperti pusing, tubuh terasa lemas, hingga sesak napas. ANTARA/Muhammad Adimaja

Tenaga kesehatan dari Yontaifib-1, Serda APM Nurmansyah (tengah) memberikan instruksi kepada sejumlah prajurit Yontaifib-1 penyelam dalam pencarian Sriwijaya Air di dalam ruangan dekompresi di Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Januari 2021. Penyakit dekompresi dapat dialami penyelam saat naik ke permukaan karena perubahan tekanan air dan udara. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Yontaifib-1 Marinir TNI AL duduk di dalam ruangan dekompresi milik Yontaifib-1 usai melakukan penyelaman dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya Air di Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Januari 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

Prajurit Yontaifib-1 Marinir TNI AL melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke dalam ruangan dekompresi milik Yontaifib-1 usai melakukan penyelaman dalam operasi SAR Sriwijaya Air PK-CLC di Pantai Tanjung Kait, Tangerang, Banten, Ahad, 17 Januari 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja