Aung San Suu Kyi saat merayakan Thingyan atau festival tahun baru Myanmar di depan rumahnya di Yangon 16 April 2012. Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Mynt dan sejumlah tokoh senior dari Partai Liga Nasional Untuk Demokrasi (NLD) ditangkap dalam penggerebekan pagi ini. REUTERS/Soe Zeya Tun/File Photo

Aung San Suu Kyi berpose setelah menerima gelar kehormatannya di Universitas Oxford, di Oxford, Inggris, 20 Juni 2012. Penangkapan ini terjadi di tengah ketegangan antara pemerintah sipil dan militer, yang memicu kekhawatiran akan kudeta. REUTERS/Andrew Winning/File Photo

Aung San Suu Kyi (tengah) melambai kepada para pendukungnya di luar markas partai Liga Nasional untuk Demokrasi di Yangon, 14 November 2010. Ketegangan antara militer dan pemerintah dimulai menjelang pemilihan umum November dan partai Aung San Suu Kyi, menang telak dalam pemilihan umum. REUTERS/Soe Zeya Tun/File Photo

Aung San Suu Kyi berpidato pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-49 di aula pertemuan beratap jerami di kompleks rumahnya di Rangoon pada tanggal 4 Januari 1997. Usai kemenangan partai Aung San Suu Kyi militer kerap mempublikasikan serangkaian bukti kecurangan pemilu. REUTERS/Apichart Weerawong/File Photo

Aung San Suu Kyi berbicara pada para pendukung partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama perayaan Hari Nasional di Rangoon, 5 Desember 1996. Selain Aung San Suu Kyi, militer juga mendatangi rumah sejumlah menteri utama di beberapa daerah dan membawa mereka pergi. REUTERS/Apichart Weerawong/File Photo

Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato atas situasi Rakhine dan Rohingya, di Naypyitaw, Myanmar 19 September 2017. REUTERS/Soe Zeya Tun/File Photo