Karyawan TEMPO saat mengadukan kasus pembredelan ke DPR tahun 1994. Sepanjang 50 tahun Tempo, bukan baru sekali kena bredel akibat konsistensinya memperjuangkan kebebasan pers. Dok. TEMPO/Gatot Sriwidodo

Prof. Widjojo Nitisastro (tengah) ketika diwawancara wartawan TEMPO, Goenawan Mohamad (kiri) dan Fikri Jufri (kanan), Jakarta, 1971. Tempo memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-50 pada 6 Maret 2021. TEMPO/Bus Rasuanto

WS Rendra pada protes pembredelan TEMPO, EDITOR dan DETIK di depan Deppen, Jakarta, 1994. Majalah Tempo dibredel untuk pertama kalinya pada 12 April 1982. Tempo, yang saat itu berusia 12 tahun, dibredel oleh Departemen Penerangan melalui surat yang dikeluarkan oleh Menteri Penerangan Ali Moertopo. Dok.TEMPO/Robin Ong

Pemimpin Redaksi (Pemred) majalah TEMPO Goenawan Mohammad di ruang redaksi TEMPO, Jakarta, 1998. Setelah lengsernya Soeharto pada 1998, majalah Tempo kembali terbit hingga hari ini. Dok. TEMPO/ Rully Kesuma

Seorang Polisi meneliti sisa bom Molotov yang meledak di Kantor Majalah Tempo, Jl Proklamasi, di Jakarta, 6 Juli 2010. Pasca reformasi, TEMPO beberapa kali mendapatkan ancaman dan serangan terkait berita yang pernah diterbitkan. TEMPO/Dwidjo U. Maksum

Gedung Tempo Media Grup di Jakarta. Perjalanan 50 tahun TEMPO memberikan banyak pelajaran. TEMPO/Subekti