Sejumlah aktivis Perempuan Mahardika melakukan aksi di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Senin, 8 Maret 2021. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Aktivis Perempuan Mahardika menulis punggungnya dengan kalimat "la revolution sera feminista" saat melakukan aksi di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Senin, 8 Maret 2021. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah akui kekerasan seksual sebagai pelanggaran HAM. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Aktivis Perempuan Mahardika melakukan aksi di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Senin, 8 Maret 2021. Mereka juga menyerukan pencabutan UU Cipta kerja, segera ratifikasi konvensi ILO 190 beserta rekomensi 206. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Aktivis Perempuan Mahardika memberikan orasi saat melakukan aksi Hari Perempuan Sedunia di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Senin, 8 Maret 2021. Pengesahkan RUU PKS dan RUU PPRT juga menjadi tuntutan dalam aksi ini. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Aktivis Perempuan Mahardika menunjukkan poster saat melakukan aksi Hari Perempuan Sedunia di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Aktivis Perempuan Mahardika menunjukkan poster tuntutan saat melakukan aksi Hari Perempuan Sedunia di Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W