Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) bersama Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (kedua kanan) dan Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR/BPN Firdaus (kiri) memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Polda Metro Jaya membantah dugaan anggota Subdit Resmob melindungi mafia tanah. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) bersama Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (kanan) memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Kasus tersebut berawal dari sengketa sebidang tanah seluas 7.999 meter persegi di daerah Kembangan, Jakarta Barat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR/BPN Firdaus memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Tanah seluas 7.999 meter persegi tersebut ditaksir nilainya sekitar Rp100 Miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR/BPN Firdaus (kiri) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus bersama Direskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memberikan keterangan pers pengusutan kasus mafia tanah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W