Aksi petinju cilik, Pornpattara Peachurai alias Tata Por Lasua saat melawan Jaruadfai Ufa Boom Deksean dalam pertandingan tinju di Provinsi Chachoengsao, Thailand, 26 Oktober 2021. Pandemi membuat sederet jadwal pertandingan olahraga, termasuk tinju anak dibawah umur. REUTERS/Athit Perawongmetha

Petinju cilik, Pornpattara Peachurai alias Tata Por Lasua berlatih di sebuah gym di Bangkok, Thailand, 3 Oktober 2020. Sejak 5 bulan terakhir, bocah 9 tahun itu kehilangan salah satu pendapatan karena tidak bertanding di atas ring. REUTERS/Athit Perawongmetha

Petinju cilik, Pornpattara Peachurai alias Tata Por Lasua saat bersiap bertarung dalam pertandingan tinju di Provinsi Chachoengsao, Thailand, 26 Oktober 2021. Pertandingan tinju anak di Thailand dapat sepopuler tinju orang dewasa. REUTERS/Athit Perawongmetha

Petinju cilik, Pornpattara Peachurai alias Tata Por Lasua berselebrasi saat memenangkan pertandingan tinju di Provinsi Chachoengsao, Thailand, 26 Oktober 2021. Ada sekitar 300 ribu petinju di bawah usia 15 tahun, menurut Asosiasi Tinju Profesional Thailand. REUTERS/Athit Perawongmetha

Para petinju anak berpose di Stadion Rangsit Boxing di Panthum Thani, Thailand, 14 September 2020. Tinju anak di Thailand masih populer meski sejumlah ahli medis menyerukan larangan tinju anak karena dapat menghambat pertumbuhan anak, masalah neurologis jangka panjang, kerusakan otak, hingga kecacatan. REUTERS/Athit Perawongmetha