Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Suasana Duka saat Pemakaman Massal Korban Longsor di NTT

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Sebagian besar dari 55 orang korban meninggal akibat tanah longsor di desa tersebut dimakamkan di lokasi tersebut. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Sebagian besar dari 55 orang korban meninggal akibat tanah longsor di desa tersebut dimakamkan di lokasi tersebut. ANTARA/Aditya Pradana Putra

8 April 2021 00:00 WIB

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Desa tersebut dilanda longsor dan banjir bandang pada Ahad, 4 April 2021 lalu. ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc.
Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Desa tersebut dilanda longsor dan banjir bandang pada Ahad, 4 April 2021 lalu. ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc.

8 April 2021 00:00 WIB

Warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Sebanyak 63 orang di Desa tersebut dilaporkan tewas tertimbun longsor. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Sebanyak 63 orang di Desa tersebut dilaporkan tewas tertimbun longsor. ANTARA/Aditya Pradana Putra

8 April 2021 00:00 WIB

Warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Longsor di desa tersebut disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sepanjang akhir pekan. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Longsor di desa tersebut disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sepanjang akhir pekan. ANTARA/Aditya Pradana Putra

8 April 2021 00:00 WIB

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Bencana tersebut terjadi pada dinihari, saat sebagian besar warga tengah terlelap. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Bencana tersebut terjadi pada dinihari, saat sebagian besar warga tengah terlelap. ANTARA/Aditya Pradana Putra

8 April 2021 00:00 WIB

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aditya Pradana Putra

8 April 2021 00:00 WIB