Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Sebagian besar dari 55 orang korban meninggal akibat tanah longsor di desa tersebut dimakamkan di lokasi tersebut. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 7 April 2021. Desa tersebut dilanda longsor dan banjir bandang pada Ahad, 4 April 2021 lalu. ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc.

Warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Sebanyak 63 orang di Desa tersebut dilaporkan tewas tertimbun longsor. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Longsor di desa tersebut disebabkan hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sepanjang akhir pekan. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. Bencana tersebut terjadi pada dinihari, saat sebagian besar warga tengah terlelap. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Sejumlah warga menyalakan lilin saat berziarah di tempat pemakaman massal korban tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu, 7 April 2021. ANTARA/Aditya Pradana Putra