Angger Pribadi Wibowo bercanda dengan calon istrinya yang merupakan putri keempat Sultan, GRA Nurabra Juwita usai wisuda pangeran di pendopo Keraton Kilen, Yogyakarta, (12/8). Angger Pribadi diwisuda sebagai pangeran dengan gelar KPH Notonegoro. TEMPO/Suryo Wibowo

(ki-ka) Angger Pribadi Wibowo, GRA Nurabra Juwita, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas usai wisuda pangeran di pendopo Keraton Kilen, Yogyakarta, (12/8). Angger diwisuda menjadi pangeran bergelar Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro. TEMPO/Suryo Wibowo

KRT Yudhohadiningrat memasangkan keris ke Angger Pribadi Wibowo, calon menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X, usai diwisuda menjadi pangeran di Bangsal Kasatriyan, kompleks Keraton Yogyakarta, (12/8). TEMPO/Suryo Wibowo.

Angger Pribadi Wibowo, calon menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X, menerima surat keputusan raja dari GBPH Hadiwinoto setelah diwisuda menjadi pangeran di Bangsal Kasatriyan, Yogyakarta, (12/8). TEMPO/Suryo Wibowo

Angger Pribadi Wibowo dan calon istrinya, putri keempat Sultan, GRA Nurabra Juwita menunjukkan surat keputusan raja usai diwisuda sebagai pangeran di pendopo Keraton Kilen, Yogyakarta, (12/8). TEMPO/Suryo Wibowo

Angger Pribadi Wibowo, calon menantu Sri Sultan Hamengkubuwono X, berjalan jongkok saat diwisuda menjadi pangeran di kompleks Keraton Yogyakarta, (12/8). Staf PBB di New York ini diwisuda menjadi pangeran bergelar Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro. TEMPO/Suryo Wibowo