Seekor siamang (Symphalangus syndactylus) melihat jari petugas BKSDA Jambi dari dalam kandang transpor saat dilepasliarkan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sungai Penuh, Jambi, Selasa 22 Juni 2021. BKSDA Jambi melepasliarkan tiga ekor siamang dewasa dan seekor tapir (Tapirus indicus) dewasa yang sebelumnya mendapatkan perawatan dan pelatihan di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA setempat selama 3-7 bulan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Petugas BKSDA Jambi memberi makan seekor seekor tapir (Tapirus indicus) yang akan dilepasliarkan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sungai Penuh, Jambi, Selasa 22 Juni 2021. BKSDA Jambi melepasliarkan seekor tapir dewasa dan tiga ekor siamang (Symphalangus syndactylus) yang sebelumnya mendapatkan perawatan dan pelatihan di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA setempat selama 3-7 bulan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Petugas BKSDA Jambi mengangkat kandang transpor yang berisi siamang (Symphalangus syndactylus) saat pelepasliaran di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sungai Penuh, Jambi, Selasa 22 Juni 2021. BKSDA Jambi melepasliarkan tiga ekor siamang dewasa dan seekor tapir (Tapirus indicus) dewasa yang sebelumnya mendapatkan perawatan dan pelatihan di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA setempat selama 3-7 bulan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Seekor siamang (Symphalangus syndactylus) berdiri di atas kandang transpor saat dilepasliarkan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sungai Penuh, Jambi, Selasa 22 Juni 2021. BKSDA Jambi melepasliarkan tiga ekor siamang dewasa dan seekor tapir (Tapirus indicus) dewasa yang sebelumnya mendapatkan perawatan dan pelatihan di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA setempat selama 3-7 bulan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Petugas BKSDA Jambi menuntun seekor seekor tapir (Tapirus indicus) yang akan dilepasliarkan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sungai Penuh, Jambi, Selasa 22 Juni 2021. BKSDA Jambi melepasliarkan seekor tapir dewasa dan tiga ekor siamang (Symphalangus syndactylus) yang sebelumnya mendapatkan perawatan dan pelatihan di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA setempat selama 3-7 bulan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan