Hussein Fawzi, praktisi jiu-jitsu Irak penyandang disabilitas, berlatih di pusat pelatihan di Baghdad, Irak, 23 Juni 2021. REUTERS/Saba Kareem

Hussein Fawzi, seorang praktisi Jiu-Jitsu Irak penyandang disabilitas, berlatih di pusat pelatihan di Baghdad, Irak, 23 Juni 2021. REUTERS/Saba Kareem

Fatima Fawzi, seorang praktisi jiu-jitsu Irak penyandang disabilitas, berpose di pusat pelatihan di Baghdad, Irak, 16 Juni 2021. REUTERS/Saba Kareem

Fatima Fawzi, seorang praktisi jiu-jitsu penyandang disabilitas, mempersiapkan diri untuk berlatih di pusat pelatihan di Baghdad, Irak 16 Juni 2021. REUTERS/Saba Kareem

Hussein Fawzi, seorang praktisi Jiu-Jitsu Irak penyandang disabilitas, berlatih di pusat pelatihan di Baghdad, Irak, 16 Juni 2021. REUTERS/Saba Kareem

Hussein, Fatima dan Abbas Fawzi, praktisi jiu-jitsu penyandang disabilitas, berfoto di pusat pelatihan di Baghdad, Irak, 16 Juni 2021. REUTERS/Saba Kareem