Seorang santri mengoperasikan robot Sabai menggunakan remote di kafe Arfa, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat, 28 Februari 2021. Santri Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang berhasil membuat dua robot yang diberi nama Sabai dan Midun. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Sejumlah santri yang menciptakan robot Sabai dan Midun di aula robotika, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat, 28 Februari 2021. Dua robot yang dinamai Sabai dan Midun itu tengah melayani pelangan kafe Arfe milik, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat. Selain makanan dapat mengantar, robot ini juga bisa mengucapkan kalimat salam, selamat makan dan terimakasih. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Seorang santri mengambil makanan yang diantar robot Midun di kafe Arfa, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat, 28 Februari 2021. Kedua robot itu adalah hasil karya siswa dari perguruan khusus perempuan pertama di Indonesia itu. Ide awalnya ketika pimpinan perguruan berkunjung ke Jepang terkesan dengan robot sebagai penyambut tamu, akhirnya dengan bantuan instruktur pembimbing dibuat robot Sabai. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Seorang santri memasang kepala robot Midun di aula robotika, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat, 28 Februari 2021. embimbing bersama 10 santri kelas XII dan XI IPA, merancang Sabai menggunakan pemrograman arduinomega, motor, sensor gerak, dan baterai 14,7 volt, yang dioperasikan dengan remote. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Seorang santri mengisi daya baterai robot Sabai dan Midun di aula robotika, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat, 28 Februari 2021. Setelah dua bulan merancang Sabai dengan anggaran Rp10 juta, disusul merancang Midun yang beroperasi dengan metode "line follower" atau mengikuti garis magnet. Selain makanan dapat mengantar, robot ini juga bisa mengucapkan kalimat salam, selamat makan dan terimakasih. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Alat yang digunakan untuk robot Sabai dan Midun, seperti baterai dan joystik di aula robotika, Perguruan Diniyyah Putri Padangpanjang, Sumatera Barat, 28 Februari 2021. Pembimbing bersama 10 santri kelas XII dan XI IPA, merancang Sabai menggunakan pemrograman arduinomega, motor, sensor gerak, dan baterai 14,7 volt, yang dioperasikan dengan remote. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra