Kapal selam kelas Scorpene yang dibangun di Mazagon Dock milik Angkatan Laut India. Dikutip dari Janes.com, Kementerian Keuangan telah memberikan persetujuan untuk memperoleh hingga USD 600 juta (Rp 8,7 Triliun) dalam bentuk pinjaman luar negeri untuk pengadaan setidaknya satu kapal selam bekas untuk TNI AL. Foto: Indian Navy (GODL-India), GODL-India

Kapal selam Yunani S-120 Papanikolis (tipe 214) di HDW di Kiel. Kelas kapal selam yang akan dibeli Indonesia memiliki bobot antara 1.800-2.800 ton. Namun, dokumen yang dilihat Janes tidak merinci perkiraan jumlah lambung yang akan dibeli. GDK

Kapal selam diesel-listrik kelas Scorpene pertama Malaysia berlabuh di di Port Klang di pinggiran Kuala Lumpur, 3 September 2009. Persetujuan diberikan untuk Interim Readiness Submarine Class (IRSC) program, yang berusaha untuk sementara mengisi kesenjangan dalam kemampuan perang bawah laut TNI AL. Foto: Mak Hon Keong - Own work, CC BY-SA 3.0,

KRI Nagapasa (403), satu dari tiga kapal selam kelas Chang-Bogo milik TNI AL. Saat ini Indonesia mengoperasikan armada empat kapal selam diesel-listrik (SSK) yang terdiri dari tiga kapal kelas Nagapasa (DSME 209/1400), dan satu kapal SSK kelas Cakra (Tipe 209/1300), KRI Cakra (401). Kapal kelas Cakra kedua, KRI Nanggala (402), tenggelam di Laut Bali pada April 2021. Foto: TNI AL