Atas: Jet tempur siluman generasi kelima terbaru Rusia, Sukhoi SU-75, penantang jet tempur siluman F-35 Lightning II (bawah). Rusia menyebut SU-75 akan menandingi teknologi pesawat buatan Amerika Serikat tersebut dengan harga yang lebih murah. REUTERS/U.S. Air Force/Staff Sgt. Joely Santiago/Tatyana Makeyeva

SU-75 dan F-35 sama-sama lightweight stealth fighter bermesin tunggal, multi peran, dan merupakan jet tempur siluman generasi kelima. Namun Rostec selaku pabrikannya menjajal pasar negara-negara di luar Joint Strike Fighter dari AS dan csnya. REUTERS/Tatyana Makeyeva-Handout

Perkenalan Jet tempur siluman SU-75 di pameran MAKS 2021 di Zhukovsky, Rusia, 20 Juli 2021. Meski belum diketahui spesifikasi detil dari jet ini, pesawat ini diyakini mampu menghancurkan semua jenis peralatan tempur musuh, baik di udara, laut dan juga darat. REUTERS/Tatyana Makeyeva

Sistem persenjataan pesawat SU-75 ini mengadopsi jet Su-57 sebagai pendahulunya, yang dilengkapi dengan bom dan peluru kendali (rudal) udara ke udara, rudal udara ke darat dan rudal anti-kapal, serta sistem peperangan elektronik. REUTERS/Tatyana Makeyeva

Rencananya untuk militer Rusia, Su-75 juga akan dibuat menjadi pesawat tanpa awak. Pesawat ini diklaim bisa meleset hingga kecepatan 2 mach. REUTERS/Tatyana Makeyeva

F-35 Lightning II merupakan jet tempur multi peran yang banyak diincar sejumlah negara di benua Eropa dan Asia. Salah satu fitur yang menarik adalah kemampuan take off dan landing secara vertikal di landasan yang pendek. Staf. Cory D. Payne via REUTERS