Atlet Korea Selatan, Jin Jong-Oh berpose di atas podium setelah menjuarai kategori 50m Putra, di Olimpiade Rio 2016, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Oktober 2016. Ia menjadi sorotab dunia setelah ia menyebut atlet Iran, Javad Foroughi, sebagai seorang teroris. REUTERS/Edgard Garrido

Selebrasi Jin Jong-Oh setelah meraih medali emas untuk cabor menembak kategori 50m Putra, di Olimpiade Rio 2016, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Oktober 2016. Jin mengatakan ucapan bernada rasis setelah Javad Foroughi berhasil meraih medali emas nomor pistol 10 meter putra Olimpiade Tokyo 2020. REUTERS/Edgard Garrido

Selebrasi Jin Jong-Oh setelah meraih medali emas untuk cabor menembak kategori 50m Putra, di Olimpiade Rio 2016, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Oktober 2016. Jin merupakan atlet kawakan Korsel yang telah cukup lama berkarier sebagai atlet tembak. REUTERS/Edgard Garrido

Jin Jong-oh dari Korea Selatan menutupi wajahnya setelah memenangkan final pistol udara 10m putra di Olimpiade London 2012 di Woolwich, London, 28 Juli 2012. Di media sosial, akun Instagramnya telah di-private sementara kanal Youtubenya mendapatkan komentar yang mengecam ucapan rasisnya. REUTERS/Eddie Keogh

Peraih medali emas, Javad Foroughi dari Iran berpose di final Pistol Udara 10m Putra, Olimpiade Tokyo 2020, Lapangan Menembak Asaka, Tokyo, Jepang, 24 Juli 2021. Kedutaan Besar Iran di Korea Selatan pun juga telah memberikan respons keras atas pernyataan yang dilontarkan oleh Jin Jong-oh tersebut. REUTERS/Ann Wang

Peraih medali emas, Javad Foroughi dari Iran berpose di podium bersama peraih medali perak, Damir Mikec dari Serbia dan peraih medali perunggu, Pang Wei dari Cina di final Air Riffle 10M putra Olimpiade Tokyo 2021. Ulah Jin Jong-oh menambah deretan insiden rasis yang melibatkan Korsel. Sebelumnya stasiun televisi Korsel, MCB dikritik dalam pemberian atribut yang melecehkan sejumlah negara dalam tayangan pembukaan Olimpiade Tokyo. REUTERS/Ann Wang