Bocah bernama Phirum Ung (5 tahun), tidur di atas hammock di rumahnya di Propinsi Beng Melea, Kamboja. Ia adalah korban generasi ketiga dari senjata kimia bernama Agent Orange yang disebarkan Amerika pada saat perang Vietnam di periode 1961-1975. Huffingtonpost.co.uk/Brian Driscoll.

Anak mantan tentara Viet Cong, Nguyen Van Dung (12 tahun), berbaring di rumahnya di Hai Phong, Vietnam. Tangannya diikat karena ia sering mencakari wajahnya sendiri. Amerika menyebarkan senjata kimia Agent Orange tidak hanya Vietnam tapi juga sebagian wilayah Kamboja dan Laos. Huffingtonpost.co.uk

Kakak beradik Nguyen dan Hung Vuong Pham (14 dan 15 tahun), saat menunggu dimandikan di rumah mereka di Hai Phong, Vietnam. Kedua bersaudara ini juga merupakan korban dari 80 juta liter senjata kimia yang disemprotkan Amerika ke negara ini. Huffingtonpost.co.uk/Brian Driscoll

Nguyen Pham, (11 tahun) yang mengalami buta, tuli dan bisu hanya bisa menghabiskan waktunya berbaring di atas tempat tidur. korban dari senjata kimia Agent Orange ini tinggal di Chi Linh, Vietnam. Senjata kimia yang berbahan Herbicide dioxin ini disebut sebagai zat kimia paling beracun oleh para ilmuwan. Huffingtonpost.co.uk/Brian Driscoll

Nguyen Quang (11 tahun) saat berbaring di atas tempat tidurnya di Hai Phong, Vietnam. Pejabat setempat mengatakan bahwa kelainan mental dan fisik yang diserita anak-anak ini adalah akibat penyebaran senjata kimia Agent Orange berpuluh-puluh tahun lalu yang masih menghantui warganya. Huffingtonpost.co.uk/Brian Driscoll

Sebuah kursi roda buatan sendiri yang digunakan oleh seorang korban senjata kimia Agent Orange di Nha Trang, Vietnam. Senjata kimia yang disebarkan Amerika untuk mengalahkan Viet Cong pada perang Vietnam ini telah menyengsarakan hampir 3 juta warga dari tiga generasi. Huffingtonpost.co.uk/Brian Driscoll