Drone tempur, Wing Loong II ikut ambil bagian dalam Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 28 September 2021. Wing Loong II dirancang dan dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Drone ini telah melayani Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF). REUTERS/Aly Song

Drone tempur, Wing Loong II ikut ambil bagian dalam Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 28 September 2021. Wing Loong II biasa digunakan untuk misi pengawasan, pengintaian, dan serangan udara, serta drone ini dapat membawa muatan eksternal maksimum 480kg. REUTERS/Aly Song

Drone tempur, Wing Loong II ikut ambil bagian dalam Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 28 September 2021. Wing Loong II mampu membawa muatan hingga 12 bom atau rudal berpemandu laser, termasuk bom FT-9/50, bom GB3 seberat 250kg berpemandu laser, dan rudal TL-10. REUTERS/Aly Song

Drone tempur, Wing Loong II sata dihadirkan dalam AKS 2019 air show di Zhukovsky, Moskow, Russia, 27 Agustus 2019. Drone Wing Loong ini mampu berada pada ketinggian menengah yaitu 32.480 kaki, memiliki kecepatan maksimum 199k dengan daya tahan selama 32 jam dan berat lepas landas 4.200kg. REUTERS/Maxim Shemetov

Drone tempur, Wing Loong II saat dihadirkan dalam Paris Air Show di Le Bourget Airport, dekat Paris, Perancis, 20 Juni 2017. Wing Loong II, drone bersenjata yang mirip dengan MQ-9 Reaper Amerika, telah dijual termasuk ke Uni Emirates Arab, Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan saat Cina bersaing dengan Barat untuk meningkatkan ekspor Militer. REUTERS/Pascal Rossignol