Sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI Angkatan Laut (AL) 202i di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. TNI AL mengerahkan 33 kapal perang, 16 pesawat udara, 39 material tempur Korps Marinir, dan 4.300 prajurit dalam latihan tersebut. Foto : TNI

Sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI Angkatan Laut (AL) 202i di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Latihan ini menunjukkan profesionalisme para prajurit TNI AL dalam mengoperasikan alutsista sehingga prajutit TNI AL mampu sebagai pengawak kekuatan teknologi, kemampuan ini sekaligus menunjukkan kekuatan TNI AL. Foto : TNI

Sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat TNI saat Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI Angkatan Laut (AL) 202i di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Dalam latihan ini, kapal perang harus melewati rintangan dari serangan musuh di tengah laut berupa serangan dari bawah air, permukaan, dan udara. Foto : TNI

Sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat TNI saat Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI Angkatan Laut (AL) 202i di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Dalam latihan ini, Personel TNI AL dituntut memiliki kemampuan dalam bidan teknologi sebagai pengawak Alutsista berteknologi sesuai bidangnya masing-masing. Foto : TNI

Sebuah helikopter TNI dengan sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) saat Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI Angkatan Laut (AL) 202i di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Dalam serial latihan ini, menunjukkan profesionalisme para prajurit TNI AL dalam mengoperasikan Alutsista, sehingga prajutit TNI AL mampu sebagai pengawak kekuatan teknologi, kemampuan ini sekaligus menunjukan kekuatan TNI AL. Foto : TNI

Sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) membentuk formasi saat Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) TNI Angkatan Laut (AL) 202i di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Foto : TNI