Timnas Wanita Iran, Zohreh Koudaei dituduh sebagai pria oleh petinggi FA Jordania. Presiden FA Yordania, Pangeran Ali bin al-Hussein, melayangkan permintaan ke Federasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk melakukan investigasi terhadap Zohreh Koudei untuk menentukan jenis kelaminnya. Turki Hurriyet

Tuduhan terhadap Zohreh Koudaei tersebut muncul setelah Timnas Wanita Iran mengalahkan Yordania melalui drama adu penalti di ajang kualifikasi Piala Asia Wanita 2022 pada September 2021 lalu. Kemenangan itu membuat tim putri Iran tampil pertama kali di Piala Asia 2022 dalam sejarah. Facebook

Zohreh Koudaei pun membantah tuduhan Presiden FA Jordania itu dengan menegaskan bahwa dirinya merupakan seorang wanita. Koudaei pun bertekad untuk mengambil tindakan hukum melawan FA Jordania. Facebook

Zohreh Koudaei bukanlah yang pertama, sebelumnya, timnas wanita Iran juga pernah menghadapi masalah serupa di tahun 2015, yang juga membuat pihak Jordania mendesak perlunya verifikasi jenis kelamin. Saat itu, Iran dituduh memainkan delapan pemain pria untuk mewakili tim wanita, namun tidak ada orang yang dinyatakan bersalah atas pelanggaran apa pun dengan tuduhan tersebut. Turki Hurriyet