Barang bukti uang dalam kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur gigabit capable passive optical network (GPON) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2021. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri menyita uang Rp1,7 miliar dalam kasus tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Anggota Kepolisian menata barang bukti uang terkait kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur gigabit capable passive optical network (GPON) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2021. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri menyita uang Rp1,7 miliar dalam kasus tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono (kiri) bersama Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djoko Purwanto menunjukkan barang bukti uang dalam kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur gigabit capable passive optical network (GPON) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2021. Uang itu disita dari salah satu saksi PT JIP. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Anggota Kepolisian menata barang bukti uang terkait kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur GPON di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Barang bukti uang dalam kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur GPON di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Dirtipidkor Bareskrim Polri Brigjen Pol Djoko Purwanto (tengah) bersama Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memberikan keterangan pers terkait kasus tindak pidana dugaan korupsi pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur GPON di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W