Seorang pemuda bersiap tampil dalam tradisi lompat batu (fahombo) di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatera Utara, 14 Oktober 2021. Desa Bawomataluo menyimpan sebuah tradisi yang masih terjaga kelestariannya yaitu lompat batu atau Fahombo. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Seorang pemuda melompati batu saat berlatih di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatera Utara, 14 Oktober 2021. Dahulu, pada saat masa peperangan antar suku, bagi prajurit yang ikut berperang diharuskan mampu melompati tumpukan batu untuk masuk ke dalam benteng musuh yang tinggi. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Seorang warga beristirahat usai melakukan tradisi lompat batu (fahombo) di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatera Utara, 14 Oktober 2021. Saat ini, lompat batu tetap dipertahankan bukan lagi dijadikan syarat menjadi prajurit. Tradisi ini digunakan para pemuda untuk uji ketangkasan dan menunjukkan kematangan secara fisik. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Suasana Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatera Utara, 14 Oktober 2021. Bawomataluo adalah bahasa Nias yang berarti bukit matahari. Sebuah desa di atas bukit yang telah ada sejak berabad-abad lalu dan masih terpelihara dengan baik. Desa ini adalah ibu kota desa-desa adat yang tersebar di Nias. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Seorang anak perempuan duduk di dalam rumah Raja di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatera Utara, 14 Oktober 2021. Masyarakat Nias memaknai tradisi lompat batu ini sebagai proses pendewasaan dan pembentukan karakter yang kuat untuk menjalani kehidupan. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Tempat tradisi lompat batu (fahombo) di Desa Bawomataluo, Nias Selatan, Sumatera Utara, 14 Oktober 2021. Keberadaan lompat batu ini merupakan warisan tak ternilai dari para leluhur dan bukti sejarah akan kejayaan nenek moyang masyarakat Nias yang patut dijaga serta dilestarikan. Lompat batu adalah sebuah kearifan lokal yang kini telah menjadi salah satu warisan budaya dunia. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA