Daging babi yang dijual di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 11 Januari 2022. Pihak berwenang Thailand mengatakan bahwa mendeteksi kasus pertama flu babi Afrika pada 11 Januari 2022 di sebuah rumah potong di provinsi Nakhon Pathom. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Tukang jagal mengangkut daging babi di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 11 Januari 2022. Kasus pertama flu babi Afrika (ASF) itu dideteksi melalui sampel usap permukaan yang dikumpulkan di sebuah rumah pemotongan hewan di provinsi Nakhon Pathom. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Tukang jagal memotong daging babi di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 11 Januari 2022. Otoritas Thailand melakukan penyelidikan pada akhir pekan lalu, setelah beberapa hari terakhir muncul spekulasi bahwa flu babi Afrika telah membinasakan kawanan babi di negara itu. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Daging babi yang dijual di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 11 Januari 2022. Dirjen Departemen Pengembangan Ternak Thailand Sorravis Thaneto mengatakan satu dari 309 sampel yang dikumpulkan, termasuk sampel darah babi di 10 peternakan dan tes usap di dua rumah pemotongan hewan di provinsi ternak babi, dinyatakan positif demam babi Afrika. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Daging babi yang dijual di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 11 Januari 2022. Dirjen Departemen Pengembangan Ternak Thailand Sorravis Thaneto mengatakan satu dari 309 sampel yang dikumpulkan, termasuk sampel darah babi di 10 peternakan dan tes usap di dua rumah pemotongan hewan di provinsi ternak babi, dinyatakan positif demam babi Afrika. REUTERS/Chalinee Thirasupa

Tukang jagal mengangkut daging babi di sebuah pasar di Bangkok, pasca ditemukannya kasus flu babi Afrika di Thailand, 11 Januari 2022. REUTERS/Chalinee Thirasupa