Kapal Perang TNI AL, yaitu KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 direncakan akan dijual oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dilayangkan melalui permohonan itu dibacakan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III DPR, tahun 2021-2022 pada 11 Januari 2022. Foto : Wikipedia

KRI Teluk Penyu (513) merupakan tipe kapal pendarat tank LST (Landing Ship Tank) yang dibangun oleh perusahaan Korea-Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1981. Kapal ini memiliki panjang 100 meter yang mampu membawa tank serta mengangkut 202 tentara infantri. Foto : Wikipedia

Kapal KRI Teluk Mandar mempunyai dua mesin diesel yang disambungkan pada dua motor yang menghasilkan daya 5,600 HP dengan kecepatan tempur 15 knot. Kapal perang ini juga memiliki dek helikopter pada bagian belakang untuk operasi udara. Foto : ANTARA

KRI Teluk Penyu (513) yang juga tipe kapal pendarat tank LST (Landing Ship Tank) dibeli bersama dengan lima kapal perang lainnya, seperti KRI Teluk Semangka (512), KRI Teluk Mandar (514), KRI Teluk Sampit (515), KRI Teluk Banten (516), dan KRI Teluk Ende (517). Foto : Wikipedia

KRI Teluk Mandar (514) dan KRI Teluk Penyu (513) kini fungsinya telah digantikan oleh sudah digantikan oleh kapal perang baru yaitu KRI Teluk Weda 526 dan KRI Teluk Wondama 527 buatan PT Bandar Abadi di Batam. Foto : Wikipedia