Seorang petugas Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB) memasangkan kertas nama pada sabun tanah anti najis di kawasan Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin 11 April 2022. Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB dan Rumah Inovasi Natura membuat produk sabun tanah pembersih najis yang dapat berperan sebagai pengganti tanah dalam menyucikan tubuh dari kategori najis yang paling berat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Seorang petugas Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB) memasangkan kertas nama pada sabun tanah anti najis di kawasan Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin 11 April 2022. Sabun ini dapat berperan sebagai pengganti tanah dalam menyucikan tubuh dari kategori najis yang paling berat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Seorang petugas Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB) memasangkan kertas nama pada sabun tanah anti najis di kawasan Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin 11 April 2022. Komposisi utama sabun mengandung clay kaolin sebanyak 20 persen serat memiliki kandungan vitamin E dalam bentuk nanoemuls. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

Fungsi sabun itu selain membersihkan kotoran secara umum juga zat-zat najis. Kekhususan fungsi itu karena ada kandungan unsur tanah yaitu kaolin yang menjadi komponen utama sehingga memenuhi fatwa sebagai penyuci dari najis. Dok. ITB

Cara pemakaiannya, sabun tanah itu digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang terkena najis sebanyak sekali dan enam kali pencucian selanjutnya menggunakan air. Dok. ITB



Selengkapnya