Bakajang, Tradisi Menghias Perahu Seperti Kapal Pesir Selesap Idul Fitri

Editor

Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Mei 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Mei 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

5 Mei 2022 00:00 WIB

Warga jorong Batu Balah menggotong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Mei 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Warga jorong Batu Balah menggotong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Mei 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

5 Mei 2022 00:00 WIB

Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Mei 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Mei 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

5 Mei 2022 00:00 WIB

Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Meo 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah warga mendorong kajang (perahu yang dihias serupa kapal pesiar) saat digelarnya tradisi Bakajang di Sungai Batang Mahek, Nagari Gunuang Malintang, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat, Kamis 5 Meo 2022. Bakajang merupakan tradisi turun temurun dengan menghias perahu yang dilakukan lima jorong di nagari itu selepas Idul Fitri, dalam rangka meningkatkan silaturahmi antara anak nagari, ninik mamak, alim ulama dan pemerintah, dengan tujuan mempererat persatuan, melestarikan adat budaya. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

5 Mei 2022 00:00 WIB