Drone Bayraktar TB2 buatan Turki kini menjadi ancaman Rusia setelah berperan dalam tenggelamnya kapal utama Laut Hitam Rusia Moskva dan dua kapal patroli Raptor Rusia. Selain itu Bayraktar TB2 juga telah menghancurkan konvoi Rusia, tank, dan sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara yang menghantamnya. Foto : Bayraktar

Militer Ukraina menggunakan drone Bayraktar TB2 untuk melakukan serangan beberapa hari sebelum parade Hari Kemenangan 9 Mei. Ukraina memperkirakan serangan itu menyebabkan 46 korban dan menghancurkan dua sistem rudal darat-ke-udara Tor. Foto : Bayraktar

Drone Bayraktar TB2 memiliki kemampuannya untuk mengeluarkan sistem anti-pesawat yang sama yang dirancang untuk menghentikannya. Ini sebagian disebabkan oleh penampang radar yang lebih rendah dari drone, yang memungkinkannya menembus pertahanan udara Rusia tanpa terdeteksi, kemudian menggunakan amunisi berpemandu lasernya. Foto : Bayraktar

Drone Bayraktar TB2 memiliki kecepatan hingga 80 hingga 138 mph dengan ketinggian maksimum antara 19.000 dan 27.000 kaki, dan memiliki daya tahan operasi jangka panjang 27 jam. TB2 dapat membawa hingga 330 pon amunisi, termasuk empat rudal udara-ke-darat MAM-C atau MAM-L yang dipandu laser. Foto : Bayraktar

Drone Bayraktar TB2 cocok untuk lebih dari sekedar misi serangan yang juga dapat berfungsi sebagai relai komunikasi, pengintai, jammer, sensor, penunjuk target, dan umpan. Foto : Bayraktar



Selengkapnya