Majelis hakim Minanoer Rahman (tengah), bacakan vonis terdakwa kasus penghinaan bupati Gowa, via media sosial Line, di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulsel, 18 Februari 2015. Majelis hakim memvonis Fadhli, 8 Bulan penjara karena dianggap terbukti melanggar UU ITE pasal 27 Ayat 3. TEMPO/Iqbal Lubis

Ekspresi Fadhli Rahim, saat dibacakan putusan vonis terkait kasus penghinaan bupati Gowa, via media sosial Line di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulsel, 18 Februari 2015. Fadli yang sebelumnya mengkritik bupati Gowa melalui Line alumni sekolahnya, dianggap terbukti melanggar UU ITE pasal 27 Ayat 3. TEMPO/Iqbal Lubis

Rukmini (58) mencium anaknya Fadhli Rahim, usai pembacaan vonis kasus penghinaan bupati Gowa, di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulsel, 18 Februari 2015. Fadhli yang menjadi PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, mengkritik sang bupati lantaran mudah emosional dan otoriter. TEMPO/Iqbal Lubis

Majelis hakim bacakan vonis kepada Fadhli Rahim, terkait kasus kritik yang dianggap penghinaan bupati Gowa di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulsel, 18 Februari 2015. Sang bupati Ichsan Yasin Limpo, yang juga adik dari gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menganggap ini bukan kritik melainkan pencemaran nama baik. TEMPO/Iqbal Lubis

Fadhli Rahim, PNS yang jadi terdakwa kasus penghinaan bupati Gowa, digiring ke Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulsel, 18 Februari 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

Ibu dari Fadhli Rahim, Rukmini (kanan), menangis histeris seusai pembacaan vonis yang menjerat anaknya terkait kasus penghinaan bupati Gowa di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulsel, 18 Februari 2015. TEMPO/Iqbal Lubis