Penemuan tulang belulang di kawasan Tambora, Pulau Sumbawa, NTB, yang beberapa waktu lalu disimpan di Balai Arkeologi Bali. Pada April 1815, Gunung Tambora meletus dengan skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index, dan menjadi yang terbesar dalam sejarah letusan gunung api modern. (foto: dokumentasi Badan Arkeologi Bali)

Kepala Dusun Tambora, Sulaeman, tunjukan gigi manusia yang diduga peninggalan sisa letusan gunung Tambora saat ditemui di kediamannya, Bima, NTB, 10 Maret 2015. Letusan Tambora yang begitu besar memusnahkan peradaban di sekitarnya, yang oleh ilmuwan disebut Pompeii dari Timur. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

Padi terbakar dan Pecahan guci yang diduga peninggalan sisa letusan gunung Tambora, milik kadu Sulaeman, Bima, NTB, 10 Maret 2015. Penamaan Pompeii oleh ilmuwan karena kesamaannya dengan Gunung Vesuvius di Pompeii, Italia, terkait peradaban di sekitarnya yang terkubur akibat letusan gunung. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

Suasana pintu masuk menuju gunung Tambora, Bima, NTB 10 Maret 2015. Menurut catatan sejarah, Kesultanan Tambora musnah terkubur letusan dahsyat gunung Tambora. Satu di antara tiga kerajaan yang musnah dikenal gigih melawan penjajah. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

Sejumlah warga melihat kondisi terakhir lokasi penggalihan situs rumah yang diduga peninggalan sisa letusan gunung tambora, Bima, NTB, 10 Maret 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

Penemuan tulang belulang di kawasan Tambora, Sumbawa, NTB, beberapa waktu lalu, yang disimpan di Balai Arkeologi Bali. (foto : dokumentasi Badan Arkeologi Bali)