Rinaldi naik diatas mobil menuju rumahnya saat tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 03 Mei 2016. Pembebasan 10 WNI tersebut sukses berkat adanya diplomasi total, baik formal maupun informal. TEMPO/Iqbal lubis

Wawan Saputera(tengah) mantan Sandera milisi Abu Sayyaf dipeluk dua orang kerabatnya saat tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 03 Mei 2016. TEMPO/Iqbal lubis

Rinaldi (kiri) mantan Sandera milisi Abu Sayyaf bersama orangtuanya saat tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 03 Mei 2016. Sepuluh Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 akhirnya bisa bernapas lega setelah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf dan kembali ke Indonesia berkumpul bersama keluarga. TEMPO/Iqbal lubis

Seorang keluarga langsung memeluk Wawan Saputera(tengah) mantan Sandera milisi Abu Sayyaf saat tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 03 Mei 2016. Dua dari 10 orang ABK Kapal Brahma 12 ini disandera di perairan Filipina selama 35 hari dan dibebaskan pada 1 Mei 2016. TEMPO/Iqbal lubis

Rinaldi (kiri) mantan Sandera milisi Abu Sayyaf bersama orangtuanya saat tiba di bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 03 Mei 2016. Diketahui, peristiwa penyanderaan Kapal Brahma 12 terjadi pada 26 Maret 2016 di mana awalnya, kapal asal Indonesia tersebut dibajak oleh kelompok militan Abu Sayyaf saat berlayar dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan menuju ke Batangas, Filipina Selatan. TEMPO/Iqbal lubis