Selasa, 19 Juni 2018

Seorang pendeta Angkatan Udara Filipina memberkati drone ScanEagle Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dalam upacara serah terima di Pangakalan udara Villamor, kota Pasay, Filipina, 13 Maret 2018. Amerika Serikat memberikan 6 drone canggih pada militer Filipina senilai 13,76 juta dollar AS atau sekitar Rp 185,4 miliar. AP Photo/Bullit Marquez

Seorang pendeta Angkatan Udara Filipina memberkati drone ScanEagle Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dalam upacara serah terima di Pangakalan udara Villamor, kota Pasay, Filipina, 13 Maret 2018. Drone itu akan digunakan Filipina untuk memberantas kelompok terorisme dan penanggulangan bencana. REUTERS

Sekretaris Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menuangkan sampanye pada drone ScanEagle Unmanned Aerial Vehicles (UAV) yang merupakan hibah dari militer AS dalam upacara serah terima di Pangakalan udara Villamor, kota Pasay, Filipina, 13 Maret 2018. AP Photo/Bullit Marquez

Enam drone canggih yang diberikan AS pada militer Filipina ditunjukkan dalam upacara serah terima di Pangakalan udara Villamor, kota Pasay, Filipina, 13 Maret 2018. REUTERS

Enam drone canggih yang diberikan AS pada militer Filipina ditunjukkan dalam upacara serah terima di Pangakalan udara Villamor, kota Pasay, Filipina, 13 Maret 2018. AP Photo

Sekretaris Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana dan Duta Besar AS untuk Filipina, Sung Y Kim mengamati drone canggih yang diberikan AS pada militer Filipina ditunjukkan dalam upacara serah terima di Pangakalan udara Villamor, kota Pasay, Filipina, 13 Maret 2018. AP Photo