Seorang kerabat korban menangis di luar pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pembom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Sedikitnya 48 korban tewas dan 112 lainnya terluka. AP/Rahmat Gul

Petugas berdiri di luar pusat pendaftaran pemilih, setelah serangan bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Pembom bunuh diri menargetkan warga sipil yang sedang berkumpul untuk menerima kartu identitas nasional. AP/Rahmat Gul

Kartu identitas seorang wanita terlihat di tanah di luar pusat pendaftaran pemilih, setelah serangan bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut, dan disampaikan melalui situs berita, Amaq. AP/Rahmat Gul

Wanita yang terluka dibawa dengan tandu ke rumah sakit setelah serangan bunuh diri mematikan di pusat pendaftaran pemilih di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Pelaku meledakkan dirinya di jalur pintu masuk pusat pendistribusian tanda pengenal di ibu kota pada Ahad, pukul 10.00 pagi waktu setempat. AP/Massoud Hossaini

Seorang wanita berteriak dan menangis di sebuah rumah sakit setelah dia kehilangan putranya dalam serangan bom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Menurut para saksi mata, di antara korban kebanyakan kaum wanita dan anak-anak. AP/Massoud Hossaini

Pusat pendaftaran pemilih yang diserang oleh seorang pembom bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. Afganistan mendapatkan serangan mematikan berkali-kali dalam beberapa hari ini menjelang pemilihan Dewan Distrik yang akan digelar pada 20 Oktober 2018. AP/Rahmat Gul