Minggu, 21 Oktober 2018

John Cronin, penderita Down Syndrome dan salah satu pendiri John Crazy Socks, menunjukan beberapa kaus kaki buatannya yang dijual secara online di kantor pusat perusahaan di Melville, New York, AS, Juli 23, 2018. Beberapa persentasi hasil penjualan toko kaus kaki ini disumbangkan ke badan amal yang membantu disabilitas lainnya. REUTERS/Shannon Stapleton

John Cronin, penderita Down Syndrome dan salah satu pendiri John Crazy Socks, mengecek pesanan pembelinya di kantor pusat perusahaan di Melville, New York, AS, Juli 23, 2018. Toko kaus kaki ini yang bergerak secara online menyumbangkan beberapa persentase penjualannya ke badan amal yang membantu disabilitas lainnya. REUTERS/Shannon Stapleton

John Cronin, penderita Down Syndrome dan salah satu pendiri John Crazy Socks, muliskan ucapan terima kasih pada pembelinya di kantor pusat perusahaan di Melville, New York, AS, Juli 23, 2018. Toko kaus kaki ini yang bergerak secara online menyumbangkan beberapa persentase hasil penjualannya ke badan amal yang membantu disabilitas lainnya. REUTERS/Shannon Stapleton

John Cronin, penderita Down Syndrome dan salah satu pendiri John Crazy Socks, memaketkan pesanan kaus kaki pelanggannya di kantor pusat perusahaan di Melville, New York, AS, Juli 23, 2018. Toko kaus kaki ini yang bergerak secara online menyumbangkan beberapa persentase penjualannya ke badan amal yang membantu disabilitas lainnya. REUTERS/Shannon Stapleton

John Cronin, penderita Down Syndrome dan salah satu pendiri John Crazy Socks, berpose dekat kaos kaki jualannya di kantor pusat perusahaan di Melville, New York, AS, Juli 23, 2018. REUTERS/Shannon Stapleton

John Cronin, penderita Down Syndrome dan salah satu pendiri John Crazy Socks, memeluk ayahnya Mark di kantor pusat perusahaan di Melville, New York, AS, Juli 23, 2018. REUTERS/Shannon Stapleton