Rabu, 26 September 2018

Asmaa Qudih, petugas medis Palestina, membersihkan luka seorang pria yang ikut dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Palestina - Israel, Jalur Gaza, Jumat, 24 Agustus 2018. Asmaa bersama para petugas medis lainnya harus bertugas di tengah ketegangan bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel setiap pekannya. AP Photo/Adel Hana

Asmaa Qudih, petugas medis Palestina, mempersiapkan peralatan sebelum menuju lokasi aksi unjuk rasa di perbatasan Palestina - Israel, Jalur Gaza, Jumat, 24 Agustus 2018. Meski pekerjaan ini cukup mengerikan, namun rasa nasionalisme Asma lebih tinggi dari pada rasa takutnya di tengah bentrokan massa. AP Photo/Adel Hana

Asmaa Qudih, petugas medis Palestina, berpamitan dengan ibunya sebelum menuju lokasi aksi unjuk rasa di perbatasan Palestina - Israel, Jalur Gaza, Jumat, 24 Agustus 2018. Pekerjaan ini pun cukup mengancam keselamatan jiwa. Seperti pada 1 Juni 2018 lalu, seorang petugas medis bernama Razan Najjar tertembak mati oleh tentara Israel dalam bentrokan serupa. AP Photo/Adel Hana

Asmaa Qudih, petugas medis Palestina, tiba di lokasi aksi unjuk rasa di perbatasan Palestina - Israel, Jalur Gaza, Jumat, 24 Agustus 2018. Aksi unjuk rasa yang tak jarang berakhir dengan bentrokan ini digelar setiap Jumat. AP Photo/Adel Hana

Asmaa Qudih, petugas medis Palestina, membantu warga yang terluka saat aksi unjuk rasa di perbatasan Palestina - Israel, Jalur Gaza, Jumat, 24 Agustus 2018. Puluhan orang terluka dan beberapa warga tewas setiap aksi unjuk rasa ini digelar. AP Photo/Adel Hana

Asmaa Qudih, petugas medis Palestina, membantu warga yang terluka saat aksi unjuk rasa di perbatasan Palestina - Israel, Jalur Gaza, Jumat, 24 Agustus 2018. AP Photo/Adel Hana