Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) menunjukkan nota serah terima penetapan status penggunaan Kapal Silver Sea2 bersama Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) menerima cinderamata dari Jaksa Agung HM Prasetyo saat serah terima penetapan status penggunaan Kapal Silver Sea2 bersama di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. apal Silver Sea 2 sebelumnya disita oleh Kejaksaan karena dianggap bersalah karena mencuri ikan dan memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) memberikan sambutan saat serah terima penetapan status penggunaan Kapal Silver Sea2 bersama di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggunakan kapal tersebut sebagai alat transportasi, Pendidikan untuk masyarakat, dan untuk membuat efek jera kepada para pencuri ikan di perairan Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kiri) memberikan sambutan saat serah terima penetapan status penggunaan Kapal Silver Sea2 bersama di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan cenderamata kepada Jaksa Agung HM Prasetyo saat acara serah terima Kapal Silver Sea 2 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. Kejaksaan Agung menyerahkan kapal sitaan Silver Sea 2 asal Thailand kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dipergunakan sebagai sarana transportasi, pendidikan, dan sebagai efek jera kepada pencuri ikan di perairan Indonesia. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Jaksa Agung HM Prasetyo menandatangani nota serah terima Kapal Silver Sea 2 di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019. ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan