Dua gunung es pecahan dari Gletser Grey terlihat di Patagonia, Cile, pada 9 Maret 2019 lalu. Pecahan es itu terjadi pada beberapa pekan terakhir, di tengah kekhawatiran di tengah kekhawatiran bahwa runtuhan seperti itu menjadi lebih sering terjadi, kata para ilmuwan kepada Reuters. Ricardo Jana/Courtesy of Chilean Antarctic Institute (INACH)/Handout via REUTERS

Dua gunung es pecahan dari Gletser Grey terlihat di Patagonia, Cile, pada 9 Maret 2019 lalu. Retakan pada 20 Februari dan 7 Maret itu terjadi setelah balok es yang lebih besar seukuran tiga lapangan sepak bola terpisah dari gletser di danau gletser di Taman Nasional Torres del Paine, di Chili selatan, pada November 2017. Ricardo Jana/Courtesy of Chilean Antarctic Institute (INACH)/Handout via REUTERS

Dua gunung es pecahan dari Gletser Grey terlihat di Patagonia, Cile, pada 9 Maret 2019 lalu. Ricardo Jana/Courtesy of Chilean Antarctic Institute (INACH)/Handout via REUTERS

Dua gunung es pecahan dari Gletser Grey terlihat di Patagonia, Cile, pada 9 Maret 2019 lalu. Ricardo Jana/Courtesy of Chilean Antarctic Institute (INACH)/Handout via REUTERS