Para pemrotes RUU anti-ekstradisi menghancurkan fasilitas Mass Transit Railway (MTR) ketika mereka menuduh operator kereta api membantu pemerintah untuk menangkap pengunjuk rasa, di Admiralty, di Hong Kong, Cina, Ahad, 15 September 2019.Gelombang unjuk rasa yang telah berlangsung berbulan-bulan belum menunjukkan tanda akan mereda. REUTERS/Tyrone Siu

Pendemo anti-pemerintah terbakar setelah melempar bom Molotov saat demonstrasi di dekat Kompleks Pemerintah Pusat di Hong Kong, Cina, Ahad, 15 September 2019. Polisi Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melemparkan bom bensin ke gedung-gedung pemerintah. REUTERS/Tyrone Siu

Demonstran anti-pemerintah terlihat di pintu masuk stasiun Causeway Bay di Hong Kong, Cina, Ahad, 15 September 2019. Sejumlah pengunjuk rasa melemparkan batu bata ke arah polisi di luar pangkalan Tentara Pembebasan Rakyat Cina, dan membakar spanduk peringatan 70 tahun pendirian Republik Rakyat Cina. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Seorang pemrotes RUU anti ekstradisi menggunakan alat pemadam api di luar stasiun Admiralty Mass Transit Railway (MTR) ketika para pengunjuk rasa menuduh operator kereta api membantu pemerintah untuk menangkap pengunjuk rasa, di Hong Kong, Cina, Ahad, 15 September 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Polisi menyemprotkan air berwarna kepada pengunjuk rasa anti-pemerintah saat demonstrasi di dekat Kompleks Pemerintah Pusat di Hong Kong, Cina, 15 September 2019. Cairan berwarna ini digunakan untuk mengidentifikasi para peserta demo. REUTERS/Athit Perawongmetha

Petugas polisi anti huru hara memblokir pintu masuk ke stasiun Causeway Bay di Hong Kong, Cina, Ahad, 15 September 2019. REUTERS/Athit Perawongmetha