Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bekerja sama membersihkan lingkungan Lapas Kelas II A Serang, Banten, 31 Juli 2019. Ketika mendengar kata penjara, sebagian orang mungkin langsung terlintas tentang sebuah tempat yang menakutkan karena berisi para narapidana yang dikurung dalam jeruji besi karena terlibat tindak pidana dan kejahatan. ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADI

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat belajar mengaji di Lapas Kelas II A Serang, 23 Juli 2019. Akan tetapi pandangan dan prasangka tentang penjara yang kelam tersebut perlahan menghilang jika kita mengunjungi lapas seperti Lapas Kelas II A Serang. ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADI

Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti latihan marawis di Lapas Kelas II A Serang, Banten, 1 Agustus 2019. Lapas Kelas II A Serang telah mengubah paradigma penjara sebagai batu loncatan agar warga binaan bisa menjadi insan yang lebih baik sehingga bisa berbaur dengan masyarakat sekeluarnya mereka dari penjara. ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADI

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) membuat kerajinan tangan di Lapas Kelas II A Serang, Banten, 23 Juli 2019. Pihak lapas memberikan sejumlah latihan dan kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya memberikan pelatihan bimbingan kerja, kegiatan keagamaan, olahraga, kesenian, bahkan ilmu bercocok tanam yang dipraktekkan di lingkungan lapas. ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADI

Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendengarkan arahan sekaligus apel pagi dari petugas di Lapas Kelas II A Serang, Banten, 31 Juli 2019. Penjara tak sekadar menjadi lokasi menjalani hukuman badan bagi para pelaku kejahatan, tetapi bisa menjadi tempat mereka mendapatkan hidayah menjadi pribadi yang lebih baik. ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADI

Seorang Warga Binaan Pemasyarakatan berjalan melewati pintu keluar setelah dinyatakan bebas karena telah selesai menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II A Serang, Banten, 1 Agustus 2019. Setelah mendapatkan semua pelatihan dan aneka kegiatan, warga binaan diharapkan memiliki keterampilan untuk hidup mandiri. Ujian sebenarnya bagi warga binaan dimulai pada langkah pertama mereka melewati pintu keluar penjara menuju kebebasan. ANTARA FOTO/DZIKI OKTOMAULIYADI