Seorang pria berbicara dengan petugas penyelamat mencari daerah banjir setelah Topan Hagibis, yang menyebabkan banjir parah di Sungai Chikuma di Nagano, Prefektur Nagano, Jepang, 14 Oktober 2019. Topan yang berarti cepat dalam bahasa Tagalog Filipina ini datang di Sabtu (12/10/2019) dan memporakporandakan sejumlah wilayah di Jepang, termasuk Tokyo. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Petugas penyelamat membawa perahu karet ketika mereka mencari daerah banjir setelah Topan Hagibis, yang menyebabkan banjir parah di Sungai Chikuma di Prefektur Nagano, Jepang, 14 Oktober 2019. Topan Hagibis yang telah membuat Jepang lumpuh ini, mengakibatkan 33 orang tewas. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Sebuah area perumahan yang dibanjiri oleh sungai Chikuma, akibat dilanda Topan Hagibis di Nagano, Jepang tengah, 13 Oktober 2019. Sejumlah kota dikabarkan terendam air. Sungai-sungai meluap karena hujan deras yang melanda. Kerusakan paling besar terjadi di kota Nagano. Kyodo/via REUTERS

Puing-puing terlihat di daerah perumahan banjir akibat Topan Hagibis, dekat Sungai Tama di Kawasaki, Jepang. 13 Oktober 2019. Topan Hagibis terdapat sekitar 18 orang hilang, sedangkan 175 lainnya luka-luka. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Pemandangan dari udara menunjukkan area yang dibanjiri oleh sungai Abukuma usai dilanda Topan Hagibis di kota Tamagawa, prefektur Fukushima, Jepang, 13 Oktober 2019. Kyodo/via REUTERS

Petugas berada di atas perahu karet saat membantu evakuasi warga setelah dilanda Topan Hagibis yang membuat sejumlah perumahan banjir di Ise, Prefektur Mie, Jepang tengah, 12 Oktober 2019. Kyodo/via REUTERS