Mobil dinas menteri Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan MPR/DPR dan DPD yang baru, terparkir di depan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019. Mobil berjenis Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid itu menggantikan model sebelumnya, Toyota Crown Royal Saloon, yang sudah dipakai jajaran menteri sejak 2009 - 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

Bagian ban depan mobil Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid. Sedan yang merupakan bagian dari generasi ke-15 Toyota Crown yang diluncurkan 2018 itu menggunakan mesin A25-FXS berkapasitas 2.487cc 4 silinder Dynamic Force Engine yang menghasilkan power maksimum 184 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm. TEMPO/M Taufan Rengganis

Bagian depan mobil Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid. Mobil itu dilengkapi perangkat safety SRS airbag pada driver and passenger seat, driver knee, driver and passenger side dan curtain shield pada kabin depan dan belakang, termasuk sasis TNGA yang diperkuat di beberapa sisi untuk meredam dampak tumbukan. TEMPO/M Taufan Rengganis

Bagian belakang mobil Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid. Ada juga fitur Pre-Collision System (PCS) untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil seperti pejalan kaki dan pesepeda, Lane Departure Alert (LDA) yang akan memberikan peringatan dan membantu mengkoreksi kemudi jika mobil melebar hingga memotong jalur dari posisi seharusnya di jalan. TEMPO/M Taufan Rengganis

Bagian belakang mobil Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid. Aplikasi platform TNGA membuat Toyota Crown memiliki dimensi yang lebih besar ketimbang Crown generasi ke-13 yang digunakan sebagai mobil menteri kabinet sebelumnya. Sedan ini memiliki panjang 4.910 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.455 mm, dan wheelbase 2.920 mm. TEMPO/M Taufan Rengganis