Seorang warga mengibarkan bendera Chili selama protes terhadap pemerintah Chili di Santiago, Chili 12 November 2019. Unjuk rasa di Chile sudah memasuki pekan ketiga untuk melawan pemerintah atas kesenjangan sosial. REUTERS/Pilar Olivares

Polisi anti huru hara berdiri di tengah gas air mata dan asap dari barikade yang terbakar selama protes terhadap pemerintah Cile di Concepcion, Chili 12 November 2019. Unjuk rasa memprotes kesenjangan sosial ini setidaknya telah menewaskan 20 orang. Palang Merah Chile memperkirakan 2.500 orang mengalami luka-luka. REUTERS/Juan Gonzalez

Seorang demonstran memegang bendera Chili di dekat dan seorang polisi anti huru hara dan kendaraan di tengah sinar laser selama protes terhadap pemerintah Chili di Santiago, Chili 12 November 2019. Sebagian besar demonstran mengutarakan mereka muak dengan model perekonomian neoliberal yang telah membuat Chile menjadi negara paling makmur di Kawasan Amerika Latin dan sistem pendidikan yang dicampur antara swasta dan negeri. Namun segala kemewahan itu yang kelompok minoritas yang mampu membayarnya. REUTERS/Ivan Alvarado

Demonstran berlindung ketika mereka disemprot oleh pasukan keamanan dengan meriam air selama protes terhadap pemerintah Chili di Santiago, Chili 12 November 2019. Banyak warga Chile mengaku harus menunggu sampai setahun hanya untuk bisa berobat ke dokter spesialis. Beberapa keluarga harus menunggu pemakaman sampai berbulan-bulan orang yang mereka kasihi. REUTERS/Ivan Alvarado

Seorang demonstran terkena meriam air saat protes terhadap pemerintah Cile di Santiago, Chili 11 November 2019. Gelombang protes juga telah membuat acara pertemuan internasional di Ibu Kota Santiago dibatalkan. REUTERS/Ivan Alvarado

Seorang demonstran berhadapan dengan seorang perwira polisi anti huru hara selama protes terhadap pemerintah Chili di Plaza Italia di Santiago, Chili, 9 November 2019. REUTERS/Henry Romero