Pelajar dan mahasiswa penghuni asrama Wyata Guna yang terpaksa tinggal di trotoar pasca pengusiran berunjuk rasa di Bandung, Jumat, 17 Januari 2020. Sebanyak 32 penyandang disabilitas netra ini menuntut pemerintah mengembalikan fungsi Wyata Guna kembali jadi panti sosial. TEMPO/Prima Mulia

Tenda penghuni asrama Wyata Guna pascapengusiran sepihak yang didirikan di trotoar Jalan Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Jumat, Janauri 2020. Wacana long march ke Jakarta muncul jika gugatan mereka tak digubris pemerintah. TEMPO/Prima Mulia

Ahmad Basri Nur Sikumbang, alumni angkatan 1963 panti sosial Wyata Guna dan Doktor tuna netra pertama di Indonesia, memberi motivasi pada penghuni asrama yang terusir dari panti tersebut di Bandung, Jumat, 17 Januari 2020. Pengusiran ini karena panti sosial berubah fungsi menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Kementerian Sosial dan akan menampung penerima manfaat yang baru. TEMPO/Prima Mulia

Tenda penghuni asrama Wyata Guna yang terusir dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Kementerian Sosial di Bandung, Jumat, 17 Januari 2020. Mereka belum bersedia menerima tawaran Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum untuk pindah ke Panti Sosial Rehabilitasi milik Dinas Sosial di Cibabat, Kota Cimahi. TEMPO/Prima Mulia