Seorang tunawisma bernama Galiya, 29 tahun, melihat keluar dari tempat penampungan sementara Alexey di Omsk, Rusia, 14 Februari 2020. Di Siberia, para tunawisma harus bertahan dari dinginnya suhu yang mencapai minus 30 derajat Celcius di malam hari. REUTERS/Alexey Malgavko

Oleg, 57 tahun, dijuluki "Khudozhnik" atau artis, bersama sejumlah tunawisma lainnya beristirahat di atas pipa hangat di Omsk, Rusia, 14 Februari 2020. Kegiatan ini cukup berbahaya, terlalu jauh dari pipa dan dia bisa mati karena kedinginan, jika terlalu dekat dan dia bisa mengalami luka bakar. REUTERS/Alexey Malgavko

Tunawisma bernama Alexei Vergunov, 46 tahun, dijuluki "Lyokha Boroda" (Lyokha the beard), menyantap makanan di sebuah acara amal Natal di Omsk, Rusia, 26 Desember 2019. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Caritas, sebuah organisasi Katolik, yang mendistribusikan makanan dan hadiah kepada para tunawisma dan warga berpenghasilan rendah. REUTERS/Alexey Malgavko

Tunawisma bernama Lyusya Stepanova, 44 tahun, duduk di atas pipa hangat setelah bangun di Omsk, Rusia, 4 Desember 2019. Ia telah 27 tahun hidup di jalanan, dan pernah dirawat di rumah sakit bulan lalu selama tiga minggu dengan luka bakar serius di sekujur tubuhnya setelah dia tertidur terlalu dekat dengan pipa tempat dia berlindung. REUTERS/Alexey Malgavko

Alexei Vergunov, 46 tahun, menerima pembayaran dengan imbalan barang-barang daur ulang yang ia bawa ke pusat daur ulang di Omsk, Rusia, 16 Januari 2020. Dengan cara itu para tunawisma bertahan hidup dan mengumpulkan sedikit uang untuk kebutuhannya. REUTERS/Alexey Malgavko

Alexei Vergunov, Andrey, dijuluki "Prizrachnyy Gonshchik" (pengendara hantu), dan Galiya, 29, yang semuanya tunawisma, minum-minuman beralkohol di tempat penampungan Vergunov di Omsk, Rusia, 16 Februari 2020. REUTERS/Alexey Malgavko