Yu Xin, seorang perawat dari Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Dalian, tampak menangis saat upacara perpisahan di Rumah Sakit Leishenshan Wuhan di Wuhan, Hubei, Cina, 29 Maret 2020. Sebanyak 1.090 pekerja medis dari Liaoning, Shanghai, Jilin, Guangdong, Shanxi, dan Hebei meninggalkan RS darurat kedua yang dibangun untuk mengangani wabah virus corona. (Xinhua/Cai Yang)

Barisan petugas medis yang menghadiri upacara perpisahan di RS Leishenshan Wuhan di Wuhan, Hubei, Cina, 29 Maret 2020. Sebanyak 1.090 anggota tim bantuan medis meninggalkan Rumah Sakit Leishenshan setelah epidemi COVID-19 di provinsi yang terdampak paling parah itu mereda. (Xinhua/Cai Yang)

Seorang petugas medis menuliskan namanya saat upacara keberangkatan di Rumah Sakit Leishenshan Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 29 Maret 2020. Pada bulan Februari, ribuan petugas medis dari berbagai daerah meninggalkan rumahnya untuk berjuang mengatasi pandemi COVID-19 di episentrum virus baru tersebut. (Xinhua/Cai Yang)

Para petugas medis membubuhkan tanda tangan saat upacara keberangkatan di Rumah Sakit Leishenshan Wuhan di Wuhan, Hubei, Cina, 29 Maret 2020. Rumah Sakit Leishenshan Wuhan dibangun dalam waktu kurang dari dua pekan. (Xinhua/Cai Yang)

Para petugas medis membubuhkan tanda tangan saat upacara keberangkatan di Rumah Sakit Leishenshan Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 29 Maret 2020. Sejumlah RS Darurat di Hubei telah ditutup karena pasien yang dirawat berkurang drastis. (Xinhua/Cai Yang)