Seekor koala sakit bernama Wally, yang diselamatkan oleh badan penyelamat hewan, Dinas Pendidikan dan Informasi Satwa Liar atau WIRES mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pendidikan Hewan Universitas Sydney di Sydney, Australia, 10 Juli 2020. Setidaknya 5.000 koala tewas dalam kebakaran yang membakar 80 persen Area Warisan Dunia Blue Mountains. REUTERS/Loren Elliott

Seekor koala yang diselamatkan bernama Ruben, dibius saat dirawat karena katarak di Eye Clinic For Animals (ECA) di Sydney, Austrailia, 28 Juli 2020. Ruben ditangkap dari pohon rendah di jalan raya utama yang beresiko tertabrak mobil. REUTERS/Loren Elliott

Seekor koala yang diselamatkan bernama Ruben, dibius saat dirawat karena katarak di Eye Clinic For Animals (ECA), saat direhabilitasi sebelum dilepas liarkan di Sydney, Australia, 28 Juli 2020. Saat musim panas koala menghadapi ancaman lebih banyak kebakaran hutan. REUTERS/Loren Elliott

eekor koala sakit bernama Wally yang diselamatkan oleh badan penyelamat hewan, Dinas Pendidikan dan Informasi Satwa Liar atau WIRES, dibawa untuk menjalani pemindaian MRI saat dirawat selama proses rehabilitasi di Sydney University Veterinary Teaching Hospital di Sydney, Australia, 10 Juli 2020. REUTERS

Dr. Kellie Leigh, direktur eksekutif organisasi Science for Wildlife, melakukan penilaian kesehatan pada koala bernama Pele saat akan dilepas liarkan di Area Warisan Dunia Greater Blue Mountains, dekat Jenolan, Australia, 15 September 2020. REUTERS/Loren Elliott

Koala yang diselamatkan bernama Ernie memanjat pohon saat dilepas liarkan ke habitat aslinya, setelah menjalani perawatan medis di Grose Vale, Sydney, Australia, 25 Juli 2020. REUTERS/Loren Elliott