Petugas BKSDA Aceh bersama dokter hewan berada di dekat bangkai gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) saat proses nekropsi di kawasan Hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Jumat, 5 Maret 2021. Gajah jantan yang berusia sekitar 10 tahun tersebut ditemukan mati pada Kamis kemarin. ANTARA/Syifa Yulinnas

Petugas BKSDA Aceh bersama personel Kepolisian Polres Aceh Jaya berada didekat bangkai gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) sebelum proses nekropsi di kawasan Hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Jumat, 5 Maret 2021. Gajah tersebut diduga mati akibat infeksi berat pada luka yang terkena jerat (seling) pada bagian kaki. ANTARA/Syifa Yulinnas.

Dokter Hewan BKSDA Aceh membuka jerat atau perangkap gajah Sumatera yang mati saat proses nekropsi di kawasan Hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Jumat, 5 Maret 2021. Nekropsi adalah kegiatan bedah bangkai yang dilakukan untuk menelusuri adanya gangguan atau kelainan pada anatomi tubuh secara keseluruhan. ANTARA/Syifa Yulinnas

Petugas BKSDA Aceh bersama dokter hewan berada di dekat bangkai gajah Sumatera saat proses nekropsi di kawasan Hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Jumat, 5 Maret 2021. ANTARA/Syifa Yulinnas

Bangkai gajah Sumatera yang mati di kawasan Hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Jumat, 5 Maret 2021. Gajah jantan tersebut ditemukan mati yang diduga akibat terkena jerat pada bagian kaki kanan. ANTARA/Syifa Yulinnas

Bangkai gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang mati di kawasan Hutan Desa Alue Meuraksa, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Jumat, 5 Maret 2021. ANTARA/Syifa Yulinnas